A. Sebelum memulai latihan :
1. Dasar [pengucapan kerongkongan] adalah
memasukkan udara kedalam kerongkongan
2. Untuk itu pertama-tama latihan menelan
udara sangat perlu. Tetapi karena tidak terbiasa, mekanisme menelan udara ke
dalam kerongkongan pada awalnya susah, dan cukup sulit memegang rahasianya
3. Mari kita pegang rahasia mekanisme alami
‘cara minum teh, yaitu mengendurkan mulut kerongkongan yang menyempit, kemudian
masukkan udara dalam mulut bersamaan dengan teh ke dalam kerongkonga. Dengan
membalikkan aliran udara ini suara baru akan keluar.
4. Jika udara bisa masuk ke dalam
kerongkongan dengan baik,suara dasar akan keluar dengan cukup mudah
5. [Cara minum teh] adalah cara awal
termudah untuk memahirkan hal diatas
6. Bacalah dengan baik hal berikut ini, dan
berlatihlah dengan mematuhi urutannya!
B. Persiapan Sebelum Latihan
1. Siapkan teh atau air dengan suhu untuk
mudah dimminum dalam cangkir teh. Hati-hati jangan terlalu panas.
2. Duduklah dengan tegak dan punggung lurus
di kursi yang enak dan dengan ketinggian secukupnya. Dengan punggung bersandar
akan kurang berhasil.
3. Hadapkan muka lurus ke depan secara
alami. Menunduk akan memberi tekanan pada tenggorokan sehingga suara akan susah
keluar.
4. Bukalah lebar-lebar tangan kiri, dan dari
atas baju tekanlah pelan-pelan lubang tenggorokan dengan telapak tanan kiri.
Menekan keluarnya udara dari lubang tenggorokan secara tidak perlu, hal ini
untuk mempermudah membalikkan aliran udara di dalam kerongkongan.
5. Pegang cangkir dengan tangan kanan, dan
bawa ke posisi yang paling enak agar dengan mudah kita bisa minum teh tersebut.
6. Hilangkan tenaga pada bahu dan leher,
beradalah dalam posisi santai. Persiapan sudah selesai.
C. Urutan Latihan
1. Pertama, masukkan teh ke dalam mulut
dengan jumlah yang bisa diminum dengan sekali teguk.
2. Berikutnya, sedikit gelembungkan mulut,
usahakan agar teh dan udara terasa seperti berbentuk bulat, dan hentikan sesaat
pada bagian dalam tenggorokan.
3. Kemudian telanlah udara dan teh secara
bersamaan, sekaligus dengan sekuat tenaga. Sehingga suara menelan ‘GLUK’
seolah-seoalah terdengar. Lita tidak boleh lengah dan tanggung. Jangan lupa
tekan lubang tenggorokan dengan tangan kiri.
4. Waktu terasa teh melewati bagian dalam
tenggorokan dan masuk ke mulut kerongkongan, sambil mengerahkan tenaga ke
perut, sambil seolah memuntahkan udara yang ditelan, ucapkan ‘a’
Perhatian : Mengerahkan tenaga ke perut
dinamakan ‘memberi tekanan perut’. Hal ini bukan berarti menekan perut ke bawah
tetapi mengencangkan otot perut.
5. Bagaimana? Apakah bisa mengucapkan ‘a’
atau ‘ge’?
6. Meskipun suara aneh, suara seperti bunyi
sendawa yang anda keluarkan, itulah suara dasar anda. Suara kedua anda sudah
keluar. SELAMAT!
7. Seterusnya, ulangi latihan sampai
beberapa kali. Sekali minum teh sekali melakukan pengucapan. Teruskan sampai
bisa mengucapkan ‘a’ dengan mudah dan mulus.
8. Bagi yang tidak berhasil mengucapkan ‘a’
dengan cara di atas, ada dua kemungkinan sebab sebagaimana diterangkan dibawah
ini. Yang mana sebabnya ada pada anda? atau Kedua-duanya juga mungkin ada pada
Anda.
D. Orang yang dari Lubang Tenggorokannya
Terus Menerus Keluar Udara
1. Kebiasaan bersuara dengan udara hasil
pernafasan dengan paru-paru yang dilakukan sebelum menjalani operasi membekas
dengan kuat. Tetapi, sadarilah bahwa setelah menjalani operasi suara yang kita
keluarkan bukan berasal dari udara paru-paru.
2. Karena perasaan ingin mengeluarkan suara
keras dengan jelas sangat kuat, menyebabkan kita memasukkan tenaga terlalu kuat
ke tubuh atas. Santai dan lemaskan tubuh bagian atas!
3. Jangan berpikir terus-menerus untuk
mengeluarkan suara! Pusatkan perhatian pada tenggorokan, laksanakan sebagaimana
ingin memuntahkan teh dan udara yang sudah ditelan!
4. Pada saat mengucapkan ‘a’, kuatkan
tekanan tangan kiri pada lubang tenggorokan sehingga udara tidak merembes
keluar. Hal ini akan mempermudah memberi tekanan pada perut dan mempermudah
membalikkan aliran udara.
5. Bagaimana? Dengan memperhatikan hal-hal
ini, lakukan pengulangan beberapa kali! Sedikit lagi!
E. Orang yang Merasa Udara tidak Masuk ke
dalam Keronggkongan untuk Menghasilkan Suara
1. Kalau kita minum teh bersamaan dengan
udara dalam mulut dengan cepat, udara pasti masuk ke dalam kerongkongan. Karena
saat membalikkan aliran udara dengan tekanan perut yang dilakukan segera
setelah minum agak terlambat, maka kelihatannya udaranya menghilang.
2. Pada waktu terasa teh melewati
tenggorokan, hampir bersamaan kerahkan tekanan perut dan ucapkan ‘a’ !
3. Meskipun pada waktu minum teh bibir
tertutup, yang penting adalah tidak ada sela antara membuka bibir dengan
mengucapkan ‘a’. Membukanya bibir yang tertutup bersamaan dengan pengucapan
‘a’. Jika ada sea di antar itu, maka udara akan terlanjur menghilang.
4. Pada awalnya, sekali minum teh sekali
melakukan pengucapan ‘a’. Sambil tetap memegang cangkir berisi teh, cobalah
lakukan beberapa kali secara terus-menerus!
5. Bagaimana? Dengan tetap tidak menyerah
dan terus mengulangi latiham, akan menemukan rahasianya.
F. Langkah Berikut Setelah Suara Dasar
Keluar dengan Cara ‘Minum Teh’
1. Letakkan cangkir, berhentilah minum teh
lanjutkan langkah berikut!
2. Dengan seolah-olah minum teh dalam mulut.
Lakukan mekanisme menelan yang sama persis dan coba ucapkan ‘a’! Tangan kiri
tetap menekan lubang tenggorokan.
3. Jika tanpa teh kurang berhasil
mengucapkan ‘a’, gunakan air ludah sebagai pengganti teh dan coba lakukan hal
yang sama !
4. Jika tanpa teh bisa mengucapkan ‘a’,
sedikit demi sedikit kendurkan tekanan pada lubang tenggorokan, dan akhirnya
lepaskan tangan kiri sampai bisa mengucapkan ‘a’.
5. Jika dengan tangan dilepaskan susah
mengucapkan ‘a’, gunakanlah penghalang yang agak tebal. Pakaian denganbagian
leher sempit dan tertutup sehingga bisa menekan lubang tenggorokan cukup bermanfaat
6. Jika bisa sampai sini maka suara dasar
sudahlulus. Selamat. Sambil menikmati lakukan langkah berikutnya!
7. Meskipun tidak bisa melakukannya dengan
mudah, tidak perlu terburu-buru. Kalau tidak berjalan dengan lancar, kembalilah
ke awal dan coba lagisecara berurutan.
8. Dengan melanjutkan pengulangan, rahasia
akan dipegang. Jangan terburu-buru, namun juga jangan malas, tetap berlatih dan
mempunyai harapan.
G. Langkah Pengucapan Vokal
1. Ucapkan vokal a, i, u, e, o.
2. ‘a’ keluar dari rongga mulut yang dalam
keadaan paling bebas, sedangkan suara vokal lain keluar dengan menyempitkan
ataumendatarkan bentuk rongga mulut.
3. Pengucapan vokal mempunyai tingkat
kesulitan berbeda, yaitu dari yang paling mudah ke paling sulit dengan urutan
a, o, e, u, i. Lakukan latihan dari yang paling mudah.
4. Melatih pengucapan vokal yang sama 3, 5,
7, 10 kali secara terus menerus sambil disela-sela itu memasukkan udara, adalah
penting dan efektif.
5. Berikutnya cobalah memanjangkan
pengucapan vokal a-, o-, e-, u-, dan i-.
6. Vokal panjang mudah diucapkan dengan
mengendurkan tenaga dan mengucapkan dengan suara halus. Kemudian, lanjutkan
dengan latihan vokal yang setingkat lebih panjang a———, o——–.
7. Setelah vokal panjang, berikutnya
gabungan dua vokal. Ucapkan gabungan dua vokal dengan gabungan bebas, ao-, oe-,
ea-, oie-, eai- dan seterusnya.
8. Untuk hal ini, jangan putuskan suara
antar vokal. Lakukan getaran suara dasar secara terus menerus, dan hanya dengan
mengubah bentuk mulut secara sekaligus mengucapkan gabungan vokal. Dengan ini
pengucapan vokal dinyatakan lulus.
H. Dari Pengucapan Konsonan ke Pengucapan
Kata
1. Konsonan diucapkan dengan memanfaatkan
alat pengatur suara seperti bibir, gigi, ujung lidah, pangkal lidah,
langit-langit lunak dan rongga hidung. Karena bagian-bagian ini tidak berubah
dengan sebelum operasi, maka kita tidak perlu berpikiran secara sulit. Cukup
gunakan sebagaimana sebelum operasi.
2. Semua suara, seperti ka, sa ta, na, ha,
ma, ya, ra, wa, ga, za, da, ba, pa bisa diucapkan dengan menggunakan alat
pengatur suara yang sudah sangat dikenal dan menggabungkannya dengan 5 vokal.
Latihlah semua ucapan dengan mengeluarkan suara.
3. Meskipun pada kenyataannya ada perbedaan
antar individu, ada bunyi yang lebih mudah dan ada yang lebih susah untuk diucaapkan,
latihlah dari yang paling mudah untuk memperoleh kepercayaan diri. Setelah itu
perlahan-lahan cobalah ke bunyi yang lebih susah bagi anda.
4. Hanya suara deret ha memerlukan udara
dalam jumlah banyak sehingga bagi kita yang menjalani operasi pemotongan
pangkal tenggorokan sangat susah,. Tetapi dengandengan usaha terus-menerus akan
berhasil baik. Mari berusaha.
5. Semua kata dalam bahasa Jepang merupakan
gabungan konsonan dan vokal. Kalau andabisa mengucapkan 2-5 suara kata dangan
satu nafas, sudah cukup untuk mengemukakan pikiran anda. Jika anda mengucapkan
beberapa kata secara terus-meneruskan menjadi percakapan. Membaca keraskpun
bisa.
6. Berikutnya, dengan menguasai [cara
menghisap], ditambah dengan aksen (logat) dan kemampuan melagukan secara alami,
[pengucapan kerongkongan] anda selangkah lagi mendekati kesempurnaan.
I. Perhatikan Pengucapan yang Salah
1. Orng yang sedang di tengah-tengah latihan
[pengucapan kerongkongan] mudah salah menggunakan cara pengucapan yang tidak
benar, yaitu [pengucapan tekak] dan [bisikan rongga mulut].
2. [pengucapan tekak] adalah suara yang
mirip deret ka dan ga yang dikeluarkan dengan menggunakan dagu dan tekak.
[bisikan rongga mulut] adalah suara bisikan yang mirip deret sa, ta, dan pa
yang dihasilkan dengan menggunakan gigi, lida, bibir.
3. Suara ini adalah suara desahan dan
ledakan yang dihasilkan dengan hanya menggunakan udara dalam rongga mulut saja.
Karena tidak memanfaatkan getaran celah suara baru yang menghasilkan vokal
sebagai suara dasar, maka suara ini terbatas dan tidak jelas. Suara ini berbeda
kualitas dengan suara dari [pengucapankerongkongan] dan dikatakan pengucpan
yang salah.
4. Mereka yang sebelum bisa mengeluarkan
suara dasar, dengan caranya sendiri bisa mengeluarkan yang mirip suara,
kemudian orang atau keluarga yang sudah terbiasa bisa memahaminya, ada bahaya
sulit keluar dari kebiasaan salah pengucapan ini.
5. Jika sudah mulai mapan dengan latihan
mendapatkan suara dasar dengan [cara minum teh], kekhawatiran terhadap salah
pengucapan ini tidak perlu. Tetapi karena ingin bisa dimengerti oleh keluarga,
banyak kasus salah pengucapan ini terjadi.
6. Dasar [pengucapan kerongkongan] adalah
menggetarkan celah suara baru dengan menggunakan udara dalam kerongkongan.
Dengan meraba bagian sedikit di atas lubang tenggorokan ada atau tidaknya
getaran segera diketahui. jika terjadi [salah pengucapan] maka tenggorokan
tidak bergetar.
7. Yang bersangkutan dan juga keluarga harus
mengetahui [pengucapan kerongkongan] dengan benar, dan berhati-hatilah agar
tidak menyesal karena terlanjur menjadi [salah pengucapan].
8. [salah pengucapan] yang lain adalah suara
menelan dan suara dari pernapasan dengan lubang tenggorokan. Hampir semua
penyebabnya adalah ingin cepat berbicara. Suara keras yang tidak jelas akan
susah didengar dan menjadi penghalang percakapan alami. Cara terbaik untuk
menghalangi suara yang tidak jelas adalah berbicara dengan pelan-pelan dan
segera mengusai [cara menghisap].